All posts by Jerome B. Middleton

ITB Adakan Parade Wisuda Juli 2017

Institut Teknologi Bandung(ITB) mengadakan acara Parade Wisuda Juli (Wisdjoel) 2017. Acara ini diadakan pada tanggal 22 Juli 2017 lalu dan dihadiri oleh alumni-alumni ITB yang memang tujuan inti dari parade ini adalah memberikan penghargaan bagi para alumnus ITB yang sudah memberikan subangsih bagi daerahnya.

Acara ini diadakan di  ITB Ganesha, Jalan Ganesha nomor 10.  Acara ini sendiri memang diadakan untuk meneruskan tradisi Wisdjoel. Acara Wisdjoel sendiri memberikan penghargaan bagi para alumni yang telah melakukan sesuatu yang luar biasa setelah menyelesaikan studi di ITB. Thema yang diangkat kali ini adalah Jaman Doeloe(Jadul).

Pada acara rutin yang diadakan oleh ITB ini, parade kebudayaan menjadi hal yang selalu menghiasi. Parade dilakukan oleh himpunan dari Sabusa hingga Ganesha.

Sebagai acara utama, pemberian penghargaan kepada para alumni ITB dilakukan dengan cara unik. Parade dan arak-arakan menjadi hal yang menarik karena setiap himpunan menyajikan ciri khas yang unik dalam memberikan penghargaan kepada para alumni yang akan diberikan penghargaan.

Meskipun acara ini diadakan oleh ITB dan diadakan di kampus serta memberikan apresiasi terhadap para alumni, namun acara ini terbuka untuk umum dan gratis!

Kehadiran masyarakat dengan animo yang tinggi justru menjadi target lain yang diinginkan oleh pihak penyelenggara. Kesuksesan acara ini pun tergantung dari animo besar masyarakat Bandung dan sekitarnya yang turut hadir dan menyaksikan parade Wisuda Juli ini.

Berbagai boot makanan tersedia bagi pengunjung yang kelaparan atau sekedar untuk berwisata kuliner. Keseruan ini pula menjadi salah satu hal yang terus dilestarikan ITB sebagai pihak kampus yang menyelenggarakan dan mengapresiasi para lulusannya yang telah terjun ke masyarakat dan mengeluarkan ilmu yang didapat selama belajar di ITB.

Mahasiswa UI Buat Platform Berbagi Buku Gratis

Mahasiswa UI Buat Platform Berbagi Buku Gratis

Mahasiswa dan buku merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Memang sebagai mahasiswa, buku merupakan salah satu hal penting demi untuk menunjang kebutuhan informasi sesuai bidang yang ditekuni. Tak jarang pula, tugas dan referensi di perkuliahan mewajibkan mahasiswanya untuk mencantumkan buku sebagai referensi utama, setidaknya ada satu buku.

Harga buku sendiri bervarisi, tak jarang sebuah buku memiliki harga yang cukup tinggi dan membuat mahasiswa yang belum berpenghasilan berpikir dua kali untuk membeli buku tersebut. Memang harus ada dikorbankan dalam hal ini, antara membeli buku untuk kebutuhan perkuliahan atau membeli keperluan lain. Namun ada satu hal lain yang biasa dapat dilakukan, yaitu meminjam buku dari perpustakaan.

Kemajuan teknologi saat ini mendorong banyak orang untuk memanfaatkannya sehingga dapat memudahkan banyak hal. Itu pula yang membuat 3 mahasiswa Universitas Indonesia(UI) membuat sebuah platform web yang diberi nama BagiBook.com.

BagiBook.com merupakan hasil karya 3 mahasiswa UI yang bertujuan untuk 3 hal. Dalam web karya mereka, tersedia 3 hal yang dapat kamu lakukan disana; hibah buku, barter buku dan kampanye penggalangan donasi buku.

Target dari platform ini sendiri beragam, misalkan hibah buku. Hibah buku ini ditargetkan bagi para senior atau alumni UI yang telah menyelesaikan kuliahnya atau tidak menggunakan buku tersebut, maka buku tersebut dapat dihibahkan kepada yang lebih membutuhkan. Dengan melakukan hibah, maka yang melakukan hibah tersebut akan mendapatkan poin, yang mana poin ini dikumpulkan untuk mendapat reward. Reward dari BagiBook ini sendiri adalah mendapat buku baru.

Untuk pengiriman buku yang ingin dihibahkan sendiri, BagiBook.com menyediakan transportasi dengan harga terjangkau. Jadi bagi yang ingin menghibahkan bukunya, maka mitra dari BagiBook.com akan mendatangi dan menjemput buku yang ingin dihibahkan tadi, tentunya melalui mekanisme upload buku dan fitur yang ada pada BagiBook.com

Kasus Bully Mahasiswa Gunadarma Menjadi Perhatian

Beberapa waktu lalu, Universitas Gunadarma menjadi pembicaraan nasional, bukan karena prestasi, namun karena terjadinya kasus pembully-an terhadap masiswa di kampus yang berpusat di Depok, Jawa Barat tersebut.

Pembicaraan ini terjadi ketika video yang diunggah oleh salah satu pelaku Bully menjadi viral diberbagai media sosial. Beberapa menyebutkan bahwa korban yang diketahui bernama Muhammad Farhan merupakan mahasiswa berkebutuhan khusus. Memang pada akhirnya pihak dari kampus dan orang tua korban menyanggah bahwa anaknya adalah anak berkebutuhan khusus.

Meskipun bukan berkebutuhan khusus, kasus bully terhadap Farhan rupanya bukan yang pertama seperti yang terlihat di video. Dalam video yang viral sendiri, Farhan yang sedang berjalan terlihat diganggu oleh teman sekelasnya yang menarik tasnya. Farhan yang terlihat marah akhirnya mengambil tong sampah dan melempar tong sampah tersebut ke temannya yang menggangu.

Akibat dari video tersebut pun, kampus Gunadarma mendapat desakan untuk memberikan sanksi terhadap pelaku pembully-an. Dari istana hingga kementerian terkait pun akhirnya memberi perhatian khusus dan mengawasi kasus yang bergulir tersebut.

3 pelaku pembully-an pun akhirnya dipanggil oleh pihak kampus untuk dimintai keterangan. Gunadarma yang diwakili oleh pihak rektorat sendiri menyatakan bahwa kasus pembully-an ini sebenarnya hanya diniatkan bercanda oleh pelaku dan tidak ada niat untuk membully. Pernyataan kampus Gunadarma ini sendiri mendapat kecaman dari banyak netizen yang beranggapan bahwa pihak kampus tidak serius dan melindungin mahasiswa yang melakukan bully tersebut.

Ada pun para pelaku akhirnya dijatuhi sanksi skorsing, dengan 1 pelaku mendapat skorsi 6 bulan sedangkan 2 lainnya mendapatkan sanksi 12 bulan skorsing.

Farhan yang menjadi korban bully ketika diwawancarai mengatakan telah memaafkan teman-temannya yang melakukan bully. Ia lebih lanjut mengatakan bahwa menyerahkan sepenuhnya kasus ini pada pihak terkait, namun sebagai pribadi, Farhan mengaku telah memaafkan atas perlakuan tidak menyenangkan teman-temannya tersebut.

HMHI Ajarkan Cara Diplomasi ke Siswa

HMHI Ajarkan Cara Diplomasi ke SiswaAcara yang digelar pada hari selasa tanggal 25 April 2017 yang bertempat di Aula Blok 1 Lantai 4 Universitas Nasional. Menyelenggarakan kuliah umum yang banyak menyertakan siswa-siswi SMA se Jakarta Selatan, dari Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI) yang diberi judul “Addressing The Digital Native Phenomenon as a New Era”.

Acara yang dimulai pada pukul 9 pagi hingga 4 sore ini terdiri dari beberapa seminar Model United Nations (UMN) dalam bidang diplomasi, pameran fotografi dan foto booth serta seminar tentang wawasan kebangsaan yang diprakarsai oleh AKOE Indonesia, disela-sela acara ditemui ketua pelaksana pada kegiatan ini adalah Cut Fahriana menjelaskan tujuan diselenggarakan kuliah umum ini agar memperkenalkan kepada siswa-siswi bagaimana hubungan internasional itu, bagaimana cara kerjanya dan yang lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Dalam era digital ini dimana sebagian besar pemuda-pemudi sudah familiar menggunakan internet dan sudah terbiasa mencari informasi melalui notebook, pc atau smartphone yang dewasa ini sudah menjamur dimana dan juga koneksi internet yang sudah mulai mudah diakses dimana saja, mulai dari sekolah, kampus, perumahan, maupun ruang terbuka publik, dan ini merupakan salah satu sarana untuk HIMAHI memperkenalkan hubungan internasional dengan era digital saat ini.

“Hubungan internasional sekarang sudah berada di genggaman kita ada di smartphone dengan menggunakan internet yang baik dan bijak sangat berguna bagi diri sendiri maupun masyarakat banyak agar hubungan dengan negara lain di dunia ini bisa selaras dengan kita, dan membuka wawasan serta cara berfikir pada acara ini bukan hanya membahas dan mempelajari hal-hal yang sangat berat seperti diplomasi, sosial budaya maupun politik di negara-negara lain didunia.” Tegasnya.

Salah satu peserta yang berhasil di wawancarai adalah Pranita Egi Hardianti yang sangat senang sekali dengan acara seperti ini, kalau bisa lebih sering diadakan karena bisa menambah wawasan dalam khususnya dunia hubungan internasional, dan sangat bermanfaat bagi dirinya maupun teman-temannya, dengan acara ini dia lebih semangat untuk melanjutkan kuliahnya di jurusan hubungan internasional yang bisa lebih tahu tentang sejarah, manfaat dan tujuan dari hubungan internasional itu sendiri.

Salah satu perwakilan dari SMA Fatahillah merasa sangat senang sekali dengan kegiatan yang positif seperti ini dikarenakan banyak memberikan pengetahuan baru, pengalaman baru, serta wawasan baru dari jurusan Hubungan Internasional, dan memberikan keyakinan kepadanya untuk bisa mengambil jurusan hubungan internasional di Universitas Nasional.” Ujar Egi.

Kreasi Produk Eksperimen Seni Pada Artificial Intellegence

Kreasi Produk Eksperimen Seni Pada Artificial IntellegencePada hari rabu (12/4) menjadi salah satu apresiasi Koinworks kepada peminjmannya. Yang ditajuk Grand Opening Artificial Intelligence di Glass House, di Hotel Ritz Carlton. 4 mahasiswa UMN yang dibimbing oleh seniman-seminan lawas di Indonesia.

Platform Peer to Peer Lending Indonesia yang merupakan pertama di Indonesia melayani peminjaman online tanpa angunan dan investasi. Hasil kolaborasi dari Ibu Vivi YIP seorang yang memiliki galeri seni terkemuka di Jakarta dan Ibu Yani Sastranegara seniman senior yang karyanya sempat menembus Venice Bienalle mewakili Indonesia dan mereka mendapatkan mandat sebagai konsultan seni, serta Koinworks. 4 mahasiswa dari Binus Northumbria School Of Design dan 4 mahasiswa yang terpilih dari Universitas Multimedia Nusantara untuk membuat pameran seni yang berdonasi.

Semangat berkarya sesuai dengan konsep dari acara yang digelar merupakan kombinasi produk bisnis dan seni kreasi, yang ditawarkan oleh Koinworks kepada UMN melalui program studi DKV yang dihubungkan dengan mata kuliah Eksperimental Arts.

Dari hasil proses penyaringan yang cukup cepat terpilih 4 mahasiswa yang semuanya membuat karya instalasi.

  1. Vico Novianto, Fania Farcha, dan A. Bagas Triatmojo – Just Take The First Step
  2. Nathanael Ivan – Stay Strong Stay Beautiful
  3. Ismi Ulfah – The Exploding Mind
  4. Sarah Madya – The Hidden Soul

Stay Strong Stay Beautiful adalah kreasi gaun panjang dengan akses potongan – potongan batik yang dijahit sangat bervariasi tingkat kerapatannya adalah karya dari Nathanael Ivan dalam ilmu fashion yang sangat berhasrat tinggi, tetapi karena ada pertimbangan dari keluarganya membuat dia mengambil sikap kompromis dengan masuk ke salah satu jurusan Desain Komunikasi Visual.

Pada karyanya kali ini batik nusantara yang popular dengan berbagai ciri khas dan corak visualnya dapat dikenali dari daerah mana batik tersebut berasal, Batik peranakan terlihat harmonis dengan batik jawa dan menyatu dalam susunan pola pelangi seolah Ivan ingin memberikan pesan bahwa tradisi budaya Tiong Hoa sejak lama mempengaruhi dan bersama-sama menyumbang perkembangan corak batik nusantara. Akulturasi dalam ragam hiasan adalah bukti yang sangat nyata dari hubungan baik para leluhur tersebut.

Sebagai generasi muda keturuanan Tionghoa mereka sangat prihatin dengan lunturnya nilai-nilai toleransi akan perbedaan atas bangsa Indonesia pada akhir-akhir ini tegas Ivan, dengan hal itu membuat gaun yang dibuat adalah sebagai kekhawatiran dan harapan bagi bangsa Indonesia di masa mendatang.

Retorika Festival 2017

Retorika Festival 2017Festival Retorika 2017, lomba yang akan digelar pada tanggal 19 hingga 21 Mei 2017 ini dengan tema “Suara pemuda Wujudkan Pancarona Wiyata yang Berdaya Guna”. Mengundang berbagai mahasiswa dan mahasiswi dari perguruan tinggi se-Indonesia dalam perlombaan debat guna menuangkan pemikiran atau gagasan positif yang di prakarsai oleh (IPRI) ikatan Pencinta Retorika Indonesia Universitas Negeri Malang.

Pada tahun ini sangat berbeda sekali dengan event sebelumnya untuk Festival Retrorika 2017 hanya membuat 1 jenis lomba dengan taraf nasional. Dengan tujuan mengetahui bakat-bakat mahasiwa-mahasiswi di seluruh Indonesia dengan diadakannya Festival Retrorika ini.

Dengan total 28 tim peserta dari berbagai Universitas dari seluruh Indonesia merupakan kompetisi debat mahasiswa nasional 2017 yang bertajuk Festival Retorika. Dalam waktu tiga hari untuk keseluruhan acara yang akan diikuti oleh seluruh peserta, persiapan awal dan gladi resik debat di hari ke 1 selanjutnya babak penyisihan hingga mendapatkan delapan tim terbaik pada hari ke dua, dan pada hari ketiga babak Quarter Final, Semi Final dan Final.

Dalam skala nasional ini lomba debat, berbagai bidang yang akan dianalisa mulai dari kesehatan, sosial politik, pendidikan, ekonomi dan hukum yang akan diperlombakan oleh para peserta agar bisa memberikan ide-ide kreatif, solusi-solusinya dan memberikan gagasan baru terkait beberapa mosi yang selalu diperdebatkan dan mampu berfikir kritis.

Festival ini yang di prakarsai oleh UKM IPRI Univeristas Negeri Malang dengan mengundang mahasiswa-mahasiswi dari perguruan tinggi yang ada di Indonesia agar bisa memberikan pemikirian kreatif atau menuangkan gagasan agar mampu bersaing dengan mahasiswa dari luar negeri yang notabennya sudah siap menghadapi persaingan global, kegiatan positif dan kreatif dalam event ini resmi dibuka dan kompetisi siap dimulai dengan semangat tinggi.

Kompetisi ini sangat baik bagi kemajuan wawasan mahasiswa-mahasiswi seluruh Indonesia dan patut diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya, dan tidak hanya di Universitas Negeri Malang, mungkin bisa diadakan di Universitas Negeri lainnya, kemampuan analisis, gagasan, ide dan solusi lebih ditonjolkan pada event ini dengan berbagai macam tema yang sedang dekat dengan kehidupan sehari-hari serta kondisi saat ini, sebagai bentuk kepedulian anak bangsa terhadap kemajuan bangsa Indonesia yang dewasa ini mengalami penurunan moral dengan tren modernisasi yang masuk tiada henti, dengan event ini mereka jadi lebih paham nilai-nilai kebangsaan.

SESMENPORA Buka IKOR Cup Futsal Championship 2017

SESMENPORA BUKA IKOR CUP FUTSAL CHAMPIONSHIP 2017Dalam turnamen yang diikuti oleh 48 tim futsal pada turmane Futsal Championship IKOR Cup di Gymnasium UPI pada lapangan Futsal jalan Dr. Setiabudhi Bandung. Turnamen yang diprakarsai oleh himpunan mahasiswa program studi ilmu keolahragaan (IKOR) FPOK UPI dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) menurut Dr. Sandey Tantra Parmitha.

Turnamen yang dilakukan setiap akhir pekan dengan sistem gugur serta diikut oleh 48 tim, mulai tanggal 6 Mei hingga 21 Mei 2017. Turnamen ini sudah dimulai pada tahun 2008, dan saat ini merupakan gelaran yang ke 9 kalinya dibuka oleh Sekertaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora RI), Gatot S Dewa Broto.

Dengan adanya kegiatan ini mereka dapat membangun koneksi, kerjasama, idealis, pemikiran yang luar biasa dengan berbagai media, instansi, pemerintahan dan swasta pada mereka selesai menjalani program studi di kampus, mahasiswa bisa siap saat membuat event organizer. “Terkait dengan Asian Games 2018, informasi yang saya dapatkan dari bapak wakil presiden (Jusuf Kalla) sangat mencurahkan perhatiannya untuk mempersiapkan Asian Games dengan mengembangkan sarana olahraga di 3 perguruan tinggi, UI, UPI dan UNJ, dan pada event kali ini bisa berjalan dengan lancar, menjunjung tinggi spotivitas dan tertib.” Kata Sesmenpora RI Gatot S Dewa Broto.

Perkataan selanjutnya kita sebagai tuan rumah kita harus sukses prestasi, sukses ekonomi dan sukses administrasi.

Event yang rutin setiap tahunnya diselenggarakan untuk mahasiswa adalah proses pembelajaran guna menjadi pembuat event organizer yang baik dan berpengalaman, tegas dekan FPOK Prof, Dr Adang Suherman.

Wakil dekan bidang kemahasiswaan Dr. Mulyana, M.Pd dan wakil dekan bidang keuangan dan sumber daya manusia Agus Rusdiana M.Sc, Ph.D mengharapkan potensi mahasiswa agar bisa mengeksplorasi potensi dari diri mereka masing-masing serta memiliki pengalaman sebagai mahasiswa ilmu keolahragaan, pada kegiatan ini adalah sarana mengasah kemampuan dan kompetensi mahasiswa. Dan merupakan salah satu sarana kompetisi untuk menjadi yang terbaik dengan menunjukan kemampuan atau skill mereka satu sama lain,

Tidak hanya mengembangkan semua potensi-potensi diri dari mahasiswa, kegiatan keolahragaan ini bisa merupakan salah satu bentuk pola hidup sehat untuk menjaga kebugaran tubuh yang saat ini banyak pemuda yang malas berolahraga dan memicu banyak penyakit, tidak heran kegiatan ini didukung oleh banyak pihak termasuk Sesmenpora RI Bapak Gatot S Dewa Broto.

Entrepreneur Day 2017 di Universitas Prasetya Mulya Januari 2017

Eksibisi Hari pengusaha 2017 yang digelar EDC (Entreprenuership Development Center) Prasetya Mulya University sangat diapresiasi oleh para mahasiswa – mahasiswi yang hadir.

Ide yang selalu di lahirkan mahasiswa-mahasiswi kreatif memang tak pernah surut, Mahasiswa-Mahasiswi Bisnis Prasetya Mulya S1 menciptakan tren bisnis baru yang berbasis invoasi yang merupakan sesuatu yang belum pernah terpikirkan sebelumnya, mereka mampu mengemas menjadi salah satu bisnis yang memiliki daya saing dan jual sangat tinggi.

Memberikan Kontribusi dalam salah satu tujuan PBB

Dalam rencana berkontribusi salah satu program PBB Universitas Prasetya Mulya, mereka memiliki 5 progam yaitu, Clean Water & Sanitation, Good Health, Suistainable Cities & Communities, Quality Education dan Affordable & Clean Energy.

Dalam salah satu kategori kesehatan, ada konsep bisnis yang sangat menarik dan mampu dalam memajukan di industri kesehatan agar akses kesehatan menjadi lebih mudah, salah contohnya Medicare konsep bisnis yang mulanya timbul ditengah masyarakat diakarenakan sulitnya mendapatkan obat ditempat yang jauh dari jangkauan apotik, minimarket atau warung. Vending Machine sebagai solusi ditengah lokasi strategis seperti ruang terbuka publik, tempat rekreasi dan sangat membantu kebutuhan masyarakat pada saat kondisi terdesak.

Entrepreneur Day 2017 di Universitas Prasetya Mulya Januari 2017

Dalam progam sustainable & communities, beberapa berkompetisi dengan invoasi yang bisa memberikan perubahan di kota-kota besar, sebagai contoh produk yang di prakarsai oleh William dkk Reborn merupakan pengurai sampah organik yang tentunya bermanfaat guna mengurangi sampah yang menimbun, dan kelebihan lain yang dipunyai adalah mengubah limbah organik menjadi pupuk dengan cairan bakteri pengurai EM 4, dan mesin pencacah, dalam waktu 2 hari sampah bisa menjadi pupuk, Wiliam menegaskan produk ini merupakan salah satu edukasi kepada masyarakat dan sangat bermanfaat di kota-kota besar saat ini.

Untuk program clean water & sanitation, telah muncul produk Sprible yang merupakan solusi bagi orang yang sulit mengakses air bersih dan pencita alam, fungsi dari Sprible sebagai shower bidet guna membilas kotoran setelah buang air, dengan bentuk yang sangat praktis serta pipih yang disertai fitur penyaringan air dan sanitizer, dengan hanya bisa menyimpan 200 ml air, 2 kali kegiatan buang air dapat dilakukan dengan Spirble, ini adalah salah satu penghematan penggunaan tisu dan air yang sangat berlebihan saat ini.

Itulah beberapa produk yang berhasil diteropong oleh saya dalam Entreprenuer Day 2017.