Kreasi Produk Eksperimen Seni Pada Artificial Intellegence

Kreasi Produk Eksperimen Seni Pada Artificial Intellegence

Kreasi Produk Eksperimen Seni Pada Artificial IntellegencePada hari rabu (12/4) menjadi salah satu apresiasi Koinworks kepada peminjmannya. Yang ditajuk Grand Opening Artificial Intelligence di Glass House, di Hotel Ritz Carlton. 4 mahasiswa UMN yang dibimbing oleh seniman-seminan lawas di Indonesia.

Platform Peer to Peer Lending Indonesia yang merupakan pertama di Indonesia melayani peminjaman online tanpa angunan dan investasi. Hasil kolaborasi dari Ibu Vivi YIP seorang yang memiliki galeri seni terkemuka di Jakarta dan Ibu Yani Sastranegara seniman senior yang karyanya sempat menembus Venice Bienalle mewakili Indonesia dan mereka mendapatkan mandat sebagai konsultan seni, serta Koinworks. 4 mahasiswa dari Binus Northumbria School Of Design dan 4 mahasiswa yang terpilih dari Universitas Multimedia Nusantara untuk membuat pameran seni yang berdonasi.

Semangat berkarya sesuai dengan konsep dari acara yang digelar merupakan kombinasi produk bisnis dan seni kreasi, yang ditawarkan oleh Koinworks kepada UMN melalui program studi DKV yang dihubungkan dengan mata kuliah Eksperimental Arts.

Dari hasil proses penyaringan yang cukup cepat terpilih 4 mahasiswa yang semuanya membuat karya instalasi.

  1. Vico Novianto, Fania Farcha, dan A. Bagas Triatmojo – Just Take The First Step
  2. Nathanael Ivan – Stay Strong Stay Beautiful
  3. Ismi Ulfah – The Exploding Mind
  4. Sarah Madya – The Hidden Soul

Stay Strong Stay Beautiful adalah kreasi gaun panjang dengan akses potongan – potongan batik yang dijahit sangat bervariasi tingkat kerapatannya adalah karya dari Nathanael Ivan dalam ilmu fashion yang sangat berhasrat tinggi, tetapi karena ada pertimbangan dari keluarganya membuat dia mengambil sikap kompromis dengan masuk ke salah satu jurusan Desain Komunikasi Visual.

Pada karyanya kali ini batik nusantara yang popular dengan berbagai ciri khas dan corak visualnya dapat dikenali dari daerah mana batik tersebut berasal, Batik peranakan terlihat harmonis dengan batik jawa dan menyatu dalam susunan pola pelangi seolah Ivan ingin memberikan pesan bahwa tradisi budaya Tiong Hoa sejak lama mempengaruhi dan bersama-sama menyumbang perkembangan corak batik nusantara. Akulturasi dalam ragam hiasan adalah bukti yang sangat nyata dari hubungan baik para leluhur tersebut.

Sebagai generasi muda keturuanan Tionghoa mereka sangat prihatin dengan lunturnya nilai-nilai toleransi akan perbedaan atas bangsa Indonesia pada akhir-akhir ini tegas Ivan, dengan hal itu membuat gaun yang dibuat adalah sebagai kekhawatiran dan harapan bagi bangsa Indonesia di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.