Menristekdikti Larang Capres-Cawapres Beri Kuliah Umum

Saat ini, Indonesia telah memasuki masa kampanye untuk Pemilihan Umum dan Pemilihan Presiden periode 2019-2024. Dengan masa kampanye yang sudah bergulir ini, setiap pasangan calon telah membuat strategi untuk mengunjungi berbagai tempat hingga berbagai tokoh.

Meskipun telah memasuki masa kampanye, tak semua tempat boleh digunakan sebagai tempat untuk berkampanye. Salah satu tempat yang tak boleh digunakan untuk kampanye adalah kampus.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi(Menristekdikti), M Nasir menegaskan bahwa setiap pasangan Capres-Cawapres tidak diperbolehkan untuk memberikan kuliah umum.

Alasan tidak diperbolehkannya setiap pasangan Capres-Cawapres untuk memberikan kuliah umum lantaran dinilai sarat akan politik. Politik ini dikhawatirkan bisa membuat perpecahan di kampus, dimana kampus sendiri merupakan daerah untuk pengembangan pendidikan yang memang harus terbebas dari pengaruh politik tertentu.

M Nasir di kampus ITB (Institut Teknologi Bandung), Jawa Barat pada Kamis (11/10/2018) mengatakan “Capres cawapres tidak boleh isi kuliah umum di kampus karena ujung-ujungnya pasti politik di masa kampanye seperti ini, kalau setelah kampanye tidak apa-apa,”

Larangan politik masuk kampus harus ditegakkan

Bagi M Nasir, aturan pelarangan untuk politik masuk ke kampus memang harus ditegakkan. Politik sering kali menjadi salah satu hal yang bisa menimbulkan perpecahan, ini pula yang ingin dihindari sehingga larangan setiap Capres-Cawapres masuk kampus dalam periode kampanye sangat dilarang.

Larangan politik masuk kampus sendiri memang sudah tertuang dalam aturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) hingga UU Pemilu.

Dengan tidak masuknya salah satu paslon ke area kampus seperti misalnya memberikan kuliah umum, maka ini diharapkan bisa meredam gesekan perpolitikan di kampus. Bagaimana pun, kampus merupakan tempat untuk mengembangkan pendidikan.

Perbedaan politik memang sarat akan keksrisuhan sehingga menghindari hal-hal buruk sebelum terjadi menjadi perhatian dari M Nasir sehingga menghimbau kembali hal tersebut.

Sebagai informasi tambahan, Pilpres dan Pileg 2019 akan diselenggarakan bersamaan untuk pertama kalinya di Indonesia. Pesta Demokrasi tersebut nantinya akan diselenggarakan pada tanggal 17 Aprils 2019.

Pasca Gempa dan Tsunami Palu, Untad Rusak Hingga 50 Persen

Gempa bumi dan tsunami yang melanda Palu dan sekitarnya membuat berbagai bangunan roboh. Berbagai bangunan penting runtuh dan menjadi reruntuhan termasuk fasilitas pendidikan seperti kampus.

Dampak gempa bumi dan tsunami di Palu juga membuat kampus Universitas Tadulako (Untad) mengalami rusak parah. Bahkan kampus tersebut mengalami kerusakan hingga 50 persen parahnya.

Meskipun banyak gedung-gedung rusak, tapi banyak pengunsi sekitar kampus memilih mengungsi di lingkungan kampus.

Pasca gempa dan tsunami Palu dan sekitarnya tersebut, kampus Untad untuk sementara belum kembali beroperasi. Ini juga karena belum ada koordinasi dari Rektor dan para civitas akademika Untad.

Masih banyak civitas kampus yang masih trauma dan fokus untuk mengurus keluarga. Bencana ini membuat sebagian masyarakat mengalami trauma dan ketakutan hingga belum berani untuk kembali ke rumah karena khawatir masih ada gempa susulan.

Korban jiwa terus bertambah

Sementara itu, korban jiwa akibat bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan sekitarnya telah menelan korban jiwa sebanyak 1203, sebanyak 184 orang mengalami luka berat dan puluhan korban masih belum ditemukan.

Pemerintah pun berkomitmen untuk secepat mungkin memperbaiki berbagai fasilitas umum. Beberapa fokus yang diupayakan pulih dalam waktu dekat seperti listrik, jaringan seluler, bandara hingga fasilitas dan bangunan umum lainnya.

Berbagai bantuan juga masih dalam pengiriman dan sulit masuk ke daerah bencana karena kendala transportasi. Bandara Mutiara, Palu juga mengalami kerusakan cukup parah sehingga penerbangan komersil hingga saat ini belum bisa digunakan dan masih dalam tahap perbaikan.

Presiden Jokowi juga telah mengintruksikan ke pihak terkait untuk bisa memperbaiki berbagai fasilitas umum. Ini merupakan langkah awal guna membenahi daerah yang terkena imbas agar bisa perlahan kembali normal.

Bencana ini juga membuat sekolah dan kampus harus diliburkan hingga waktu yang belum ditentukan guna perbaikan dan mengantisipasi kemungkinan bencana serupa masih akan menerjang daerah sekitar.

 

Ini Kampus dan Jurusan Para Orang Terkaya Dunia!

Para orang kaya di dunia saat ini nyata memulai berbagai kesuksesannya rata-rata dari bangku kuliah. Memang, tak semua orang kaya saat ini menyelesaikan kuliahnya, tetapi rata-rata dari mereka setidaknya sempat duduk di bangku kuliah sebelum memutuskan berhenti.

Mungkin sudah banyak orang yang sudah tau mengenai Bill Gates yang sudah sangat sering dinobatkan menjadi orang kaya dunia. Perjalanan Gates sebelum menjadi orang kaya dimulai sejak bangku sekolah dan semakin serius ketika duduk di bangku kuliah. Meskipun masuk kuliah, Gates nyatanya tak menyelesaikan kuiliahnya karena lebih memilh fokus pada bisnis yang dijalankannya.

Setali tiaga uang, Mark Zuckerberg – sang pemilik Facebook yang saat ini masuk ke jajaran orang terkaya dunia juga sempat kuliah tetapi ia memutuskan berhenti dan fokus pada Facebook hingga sukses seperti saat ini.

Kali ini kita tidak akan membahas bagaimana perjalan karir atau kekayaan yang mereka miliki saat ini, tetapi kita akan membahas tentang kampus dan jurusan dari orang terkaya dunia saat ini termasuk Bill Gates dan Mark Zuckerberg.

#1. Bill Gates

Bill Gates mengambil jurusan Matematika dan Ilmu Komputer dan semapt kuliah di Universitas Harvard.

Meski sempat kuliah di Harvard dan mengambmil jurusan Matematika dan Ilmu Komputer, namun Bill Gates memutuskan untuk berhenti dan fokus pada bisnis-nya hingga seperti saat ini.

#2. Jeff Bezos

Pemilik Amazon, Jeff Bezos saat ini digadang-gadang menjadi orang paling tajir di dunia bahkan mengalahkan Bill Gates.

Bezos sendiri duduk di bangku kuliah mengambil jurusan Teknik Elektro dan Ilmu Komputer dan ia menyelesaikan pendidikannya di Universitas Princeton.

#3. Warrant Buffet

Warrant Buffet dipandang menjadi investor tersukses di dunia saat ini dan masuk dalam jajaran orang terkaya dunia.

Saat masih muda, Buffet merupakan mahasiswa Universitas Nebraska dan mengambil jurusan Administrasi Bisnis.

#4. Bernard Arnault

Mungkin nama ini tidak terlalu familiar, tetapi ia merupakan salah satu orang terkaya di dunia saat ini.

Bernard saat kuliah mengambil jurusan Teknik di Ecole Polytechnique dan menyelesaikan studinya.

#5. Mark Zuckerberg

Terakhir ada nama Mark Zuckerberg yang merupakan junior Bill Gates di Harvard.

Mirip seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg juga dikenal sangat jenius ketika masih muda dan sempat mengambil jurusan Psikologi dan Ilmu Komputer di Harvard. Ia pun tak sempat menyelesaikan kuliahnya tersebut lantaran memilih fokus untuk mengembangkan Facebook sehingga melahirkan kesuksesan baginya saat ini.

Alasan Pentingnya Mengikuti Magang Saat Kuliah

Menjadi mahasiswa dan nantinya memiliki gelar menjadi suatu modal yang sangat diperlukan khususnya akhir-akhir ini. Menjadi sarjana saat ini bisa dikatakan menjadi hal yang ‘harus’ karena untuk mendapatkan pekerjaan tertentu biasanya membutuhkan gelar minimal yaitu sarjana.

Meskipun memiliki gelar penting, tetapi kuliah sebenarnya bukan hanya mengejar gelar. Memang tak sedikit orang yang beranggapan bahwa kuliah hanya sekedar mencari gelar, hal ini tidak bisa dibantah tetapi yang paling penting setelah mendapatkan gelar adalah kompetensi apa yang bisa dilakukan dalam dunia nyata.

Dalam masalah karir, tak sedikit lulusan sarjana sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Kesulitan mendapatkan pekerjaan ini sendiri karena banyak faktor – mulai dari sempitnya lapangan pekerjaan hingga kurang pengalaman dan kompetensi menjadi permasalahan umum yang menimpa mereka yang baru lulus dari kuliah.

Sebenarnya, ada cara untuk bisa membuka peluang lebih mudah mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah. Cara yang dimaksud adalah dengan mengikuti program magang.

Magang merupakan program untuk mengikuti pekerjaan sebagai tenaga bantu pada perusahaan tertentu. Ada banyak alasan mengapa kamu yang saat ini masih kuliah harus mengikuti program magang.

1. Bekal setelah lulus

Ketika magang, kamu akan mendapatkan pengalaman nyata untuk bekerja meskipun hanya sebagai tenaga bantu saja.

Pengalaman dalam dunia kerja yang nyata ini tidak bisa kamu dapatkan ketika hanya fokus kuliah saja. Dengan mengikuti magang, ilmu yang kamu dapatkan selama kuliah bisa langsung dikombinasikan dengan tantangan saat magang dan ini akan menjadi bekal penting ketika sudah lulus.

2. Menambah pengalaman

Umumnya, lowongan pekerjaan yang ada mencari mereka yang memiliki pengalaman. Tidak adanya pengalaman menjadi kendala umum yang sering dialami oleh lulusan baru, dan magang adalah menjadi kunci untuk mengatasi hal tersebut.

Dengan mengikuti magang, kamu akan mendapatkan pengalaman dan ini bisa digunakan untuk melamar pekerjaan.

3. Menambah jaringan

Sangat penting mencari relasi ketika nanti bekerja atau berkarir. Untuk mulai mendapatkan banyak jaringan, ini bisa dimulai dengan magang.

Mengikuti magang berarti kamu akan berkenalan dengan berbagai orang dengan berbagai bidang. Ini akan membuat kamu memiliki jaringan yang luas sehingga akan sangat membantu setelah lulus.

4. Kesempatan direkrut

Magang menjadi masa percobaan bagi perusahaan yang ingin mencari pegawai baru. Tak sedikit anak magang yang membantu di perusahaan tertentu diangkat sebagai pegawai karena merasa kinerja dari orang tersebut memuaskan.

5. Meningkatkan CV

Curriculum Vitae(CV) menjadi modal paling utama saat pertama kali melamar pekerjaan. CV yang tidak memiliki banyak pengalaman biasanya akan sangat sulit bersaing.

Mengikuti magang berarti membuat CV kamu akan memiliki nilai plus sehingga ini akan sangat membantu kedepannya.

Demikian beberapa alasan mengapa kamu harus magang. Di kampus-kampus juga biasanya menyediakan waktu untuk mahasiswa-nya magang, tetapi tak sedikit pula kampus yang tak menyediakan hal ini – jadi kamu harus mencari tempat magang pribadi.

Alasan Perlu Merencanakan Biaya Pendidikan Anak

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan baik sebagai perorangan, keluarga hingga lebih luas lagi. Dengan pendidikan, berbagai kemajuan peradaban manusia bisa terjadi sehingga bisa maju seperti saat ini.

Kemajuan suatu negara juga tergantung bagaimana pendidikan itu bisa berjalan dengan baik. Bayangkan jika Amerika Serikat yang saat ini menjadi negara maju tidak memiliki pendidikan yang baik, tentu kemajuan yang bisa didapatkan negara tersebut tidak bisa terjadi.

Di Indonesia sendiri, bisa dikatakan pendidikan masih tergolong sesuatu yang cukup mahal bagi sebagian orang. Memang saat ini pemerintah terus memberikan bantuan sehingga anak-anak Indonesia bisa mengeyam pendidikan dengan baik dan menjadi orang-orang sukses dimasa yang akan datang.

Saat ini wajib belajar 12 tahun terus digaungkan, dengan harapan para anak di Indonesia setidaknya bisa mendapatkan pendidikan hingga tingkat Sekolah Menengah Atas(SMA) sederajat.

Meski gratis, sebenarnya pendidikan di Indonesia tidak sepenuhnya gratis, karena ini biasanya hanya mencakup untuk uang wajib dan uang buku. Biaya-biaya lain perlu dikeluarkan secara pribadi sehingga perlu menyiapkan dana untuk pendidikan anak agar memastikan anak bisa melanjutkan pendidikan dengan aman.

Ada beberapa alasan mengapa Anda harus menyiapkan dana pendidikan untuk anak, beberapa alasan tersebut seperti :

1. Biaya pendidikan cenderung naik setiap tahunnya

Hampir dipastikan biaya pendidikan naik setiap tahunnya. Biaya disini mencakup seperti buku, alat tulis, seragam dan lainnya.

Belum lagi jika anak Anda masuk ke jenjang perguruan tinggi, otomatis pengeluaran untuk hal tersebut menjadi lebih besar lagi. Jadi sangat penting menyiapkan dana pendidikan sehingga tidak merasa terlalu berat ketika memerlukan uang untuk pendidikan anak.

2. Situasi ekonomi tidak stabil

Mempersiapkan biaya pendidikan juga sangat penting mengingat situasi ekonomi yang kadang tidak stabil. Jika telah mempersiapkan biaya khusus pendidikan, maka jika terjadi situasi ekonomi yang tidak stabil – Anda masih bisa menyiasati dengan biaya pendidikan tersebut.

3. Kondisi orang tua menurun

Ada kalanya umur orang tua atau kita yang akan menjadi orang tua akan menurun. Dengan kondisi yang menurun, sudah pasti produktifitas akan berkurang dan tak jarang membuat penghasilan tidak bisa maskimal seperti saat muda.

Jika tidak mempersiapkan tabungan khusus pendidikan, bisa jadi Anda akan mengalami kesulitan pembiayaan pendidikan saat tak lagi produktif.

4. Pengeluaran yang cenderung bertambah

Pengeluaran biasanya akan terus meningkat khususnya jika Anda telah berkeluarga dan memiliki anak.

Perlu biaya ini itu dan jika tidak mengalokasikan dana khusus pendidikan, maka Anda akan sulit membiaya pendidikan yang akan semakin mahal.

Itu tadi beberapa alasan mengapa mengalokasi dana untuk biaya pendidikan sangat penting. Semoga bermanfaat!

Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Lanjut S2

Ketika seseoranga telah menyelesaikan kuliah Sarjana, tak jarang timbul pertanyaan apakah merasa puas dengan gelar yang telah disandang atau mencoba untuk meraih gelar yang lebih tinggi seperti Magister/Master atau biasa disebut S2.

Tidak sedikit orang yang memang ingin mengejar gelar lebih tinggi seperti S2 khususnya jika saat sekarang. Gelar Sarjana bisa dibilang tidak lagi prestisius seperti halnya beberapa tahun lalu.

Saat ini jumlah Sarjana di Indonesia sudah sangat banyak. Hal ini tentu jauh berbeda dengan beberapa puluh tahun lalu, dimana jumlah Sarjana di Indonesia masih sedikit dan yang bisa meraih gelar tersebut bisa memiliki keunggulan dibanding mereka yang tidak. Tetapi zaman telah berubah, dan Sarjana kini tidak seprestius dahulu meskipun masih tetap merupakan gelar yang bisa dibanggakan.

Untuk sebagian orang, memiliki gelar yang prestisius memiliki hal yang bisa menjadi kebanggaan dan untuk itu tidak sedikit yang akhirnya memutuskan melanjutkan kuliah ke jenjang lebih tinggi seperti S2.

Meskipun memiliki keunggulan, lanjut kuliah S2 perlu beberapa pertimbangan seperti :

Dana

Untuk lanjut kuliah, hal yang perlu kamu pikirkan tentu saja adalah dana. Ini tentu berbeda jika kamu mendapatkan beasiswa full sehingga dapat kuliah gratis hingga lulus.

Jika kamu melanjutkan kuliah ke jenjang lebih tinggi tanpa beasiswa, kamu harus memperhitungkan dana selama berkuliah. Apakah dana tersebut bisa terpenuhi atau tidak, ini harus menjadi pertimbangan sebelum memutuskan lanjut S2.

Umur

Hal lain yang bisa jadi bahan pertimbangan pakah ingin lanjut S2 atau tidak adalah umur.

Umumnya mahasiswa yang lulus tepat waktu berkisar umur 23 tahun, dan jika melanjutkan S2, setidaknya mungkin akan menyita 2 tahun sehingga gelar S2 bisa didapatkan pada umur sekitar 25 tahun.

Jika pada saat mengambil gelar S2 kamu tidak bekerja, maka ketika lulus pada usia 25an maka sulit untuk mendapatkan pekerjaan tertentu. Pertimbangkan hal ini juga ketika memutuskan ingin lanjut S2.

Prospek S2

Memang memiliki gelar S2 cenderung dipandang memiliki kualitas yang lebih baik jika dibandingkan S1 atau bahkan diploma. Tetapi dengan memiliki S2 bukan berarti tidak memiliki kekurangan.

Salah satu kekurangan untuk mereka yang memiliki gelar S2 adalah kesulitan mencari kerja pada perusahaan tertentu.

Gelar S2 merupakan sesuatu gelar yang cukup prestisius sehingga tak sedikit perusahaan mungkin yang tidak mau meng-hire mereka yang telah berstatus S2 lantaran dianggap memiliki range gaji tinggi.

Tujuan lanjut S2

Satu hal yang harus diketahui mengenai lanjut kuliah S2 adalah apa tujuannya.

Sudahkah kamu mengetahui tujuan untuk lanjut ke jenjang S2?

Pastikan kamu bisa melanjutkan kuliah ke jenjang lebih tinggi dengan tujuan yang jelas. Tidak memiliki tujuan jelas bisa jadi menjadi penghambat dan bisa saja ini menjadi hal yang sia-sia belaka.

Fakta Menarik Tentang Harvard University

Rasanya tidak ada satu mahasiswa pun yang tidak mengetahui tentang Universitas Harvard. Universitas yang berada Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat ini memang banyak dijadikan sebagai kampus tujuan utama banyak mahasiswa dari penjuru dunia.

Sudah banyak lulusan atau orang yang sempat kuliah di Harvard menjadi orang sukses saat ini. Tak mengherankan banyak sekali orang yang ingin mengikuti jejak pendahulunya untuk dapat kuliah di Harvard.

Harvard menjadi satu dari banyak kampus elit yang ada di dunia. Bisa dikatakan Universitas Harvard adalah salah satu kampus terbaik di dunia sejak berdiri hingga saat ini.

Ada beberapa fakta menarik tentang Harvard University yang mungkin belum kamu ketahui. Apa saja?

1. John Harvard bukan pendiri Harvard

Salah satu ikon dari Harvard adalah patung John Harvard atau banyak mahasiswa menyebut patung tersebut sebagai “The Statue of Three Lies”. Julukan ini disematkan oleh mahasiwa lantara John Harvard banyak dianggap sebagai pendiri kampus tersebut, faktanya John Harvard hanyalah seorang dermawan.

2. Kampus tertua kalkulus

Harvard merupakan kampus pertama yang mengenalkan pelajaran kalkulus. Pelajaran ini telah dikenalkan oleh Harvard pada tahun 1600an. Galileo sendiri meninggal pada tahun 1642 dan sempat hidup pada masa awal Harvard berdiri.

3. Lulusan dengan gaji besar

Bagi alumni Harvard, untuk masalah gaji bukan menjadi hal yang perlu dikhawatirkan. Lulusan Harvard kemungkinan besar mendapatkan gaji yang lebih besar dibandingkan dengan lulusan kampus lain.

4. Memiliki sumbangan terbesar

Harvard merupakan salah satu kampus yang mendapatkan sumbangan terbesar. Total yang telah didapatkan oleh Harvard sejauh ini adalah USD36,4 miliar.

5. Membuat stadium

Meskipun berstatus sebagai kampus dengan ilmu yang bukan berpusat pada olahraga, namun faktanya Harvard menjadi salah satu organisasi yang membuat stadium. Tercatat Harvard telah membangun stadium dari tahun 1903.

Bagi kamu yang mungkin tertarik dan ingin mencoba masuk ke Harvard memang dibutuhkan banyak hal yang perlu dipersiapkan. Selain mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan tes, hal lain yang tidak kalah perlu dipersiapkan adalah biaya untuk kuliah disana. Rata-rata uang kuliah dan lainnya diperkirakan mencapai 643 juta pertahun.

PTS Juga Tak Kalah Keren Dibanding PTN

Setelah menyelesaikan jenjang Sekolah Mengah Atas(SMA) sederajat, banyak orang yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi tetapi masih bimbang mengenai kampus mana yang ingin dituju.

Umunya, di Indonesia ada anggapan bahwa Perguruan Tinggi Negeri(PTN) lebih baik dibandingkan dengan Perguruan Tinggi Swasta(PTS), namun apakah hal tersebut benar adanya?

Contoh PTN terkenal seperti Universtias Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Unversitas Pertanian Bogor dan beberapa nama lainnya. Sementara contoh PTS seperti Universitas Gunadarma, Binus, Universitas Atma Jaya, Universitas Telkom dan banyak macam lainnya.

Bisa dkatakan saat ini tidak ada perbedaan cukup besar antara PTN dan PTS. Keduanya memiliki kualitas yang seimbang, bahkan beberapa bidang, PTS bisa mengungguli PTN yang dianggap lebih baik dari PTS itu sendiri.

PTS juga mendapat dukungan dari pemerintah

Anggapan bahwa PTS tidak lebih baik dari PTN mungkin karena adanya anggapan bahwa PTN akan mendapat perhatian lebih dari pemerintah dibandingkan kampus swasta. Mungkin ini tidak salah, tetapi hal ini tidak sepenuhnya benar.

Lembaga pendidikan baik PTS dan PTN memiliki tanggung jawab untuk mencetak generasi unggulan yang turut berkontribusi dalam masa depan negara tercinta kita, oleh sebab itu tak mungkin PTS dianak tirikan oleh pemerintah.

Jurusan juga bersaing

Beberapa jurusan dari PTN dan PTS memiliki keunggulan masing-masing. Mungkin dalam jurusan tertentu PTN lebih unggul, tetapi jurusan lain PTS lebih unggul.

Dari sini terlihat bahwa jurusan setiap kampus memiliki keunggulan masing-masing.

Akreditasi yang juga tak jauh berbeda

Akreditasi adalah penilaian untuk jurusan dari setiap kampus yang ada. Aspek untuk menentukan akreditasi bermacam-macam, yang pasti akreditasi paling tinggi A bisa dimiliki oleh PTN maupun PTS.

Lulusan yang kompeten

Yang paling terpenting dari kuliah adalah lulusan kampus tersebut mengeluarkan orang-orang kompeten. Tak dapat dibayangkan apabila kampusy nag mengeluarkan banyak lulusan tetapi tidak memiliki kompetensi dalam dunia nyata setelah lulus kuliah.

Jaringan

Hal yang tidak kalah penting dari memilih kampus adalah kerjasama kampus tersebut dengan pihak lainnya, ini biasa disebut sebagai jaringan.

Kampus PTN maupun PTS biasanya telah melakukan kerjasama seperti pada perusahaan atau lembaga lainnya. Baik PTN atau PTS biasanya juga telah melakukan hal ini.

Selain itu, kampus sebenarnya hanyalah pendukung karena semuanya tergantung kepada mahasiswa itu sendiri. Kitalah sebagai mahasiswa yang harus membesarkan nama kampus, bukan kampus yang membesarkan nama kita.

Kebiasaan Ini Bikin Kamu Sukses Sejak Muda!

Masa muda sering kali diidentikan dengan masa-masa hanya bersenang-senang, masa dimana orang lebih banyak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak terlalu penting. Tak jarang banyak orang yang beranggapan bahwa pemuda merupakan masa transisi dan apa yang dilakukan pada masa muda merupakan modal untuk kedepannya.

Memang mungkin benar bahwa masa muda identik dengan bersenang-senang, masa bermain dan masa dimana tidak atau belum memikirkan hal-hal serius seperti karir, pekerjaan atau hal lainnya.

Masa muda hanya terjadi sekali seumur hidup kamu, untuk itu, jangan habiskan masa muda terbuang percuma tanpa mendapatkan hal-hal positif untuk modal dimasa yang akan datang.

Ada kebiasaan-kebiasaan yang sebaiknya mulai dibiasakan sejak umur muda, ini akan berefek positif untuk masa depan kamu. Simak beberapa kebiasaan yang dapat membawa kesuksesan karir kamu dimasa yang akan datang.

Membaca

Membaca sering dikatakan sebagai jendela dunia. Dengan membaca, kamu dapat melihat berbagai perkembangan, ilmu pengetahuan dan banyak macam lainnya.

Mendapat pengetahuan dengan memaca merupakan rahasia umum, tetapi masih banyak(khususnya di Indonesia) orang yang masih belum membiasakan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari. Ini yang harus kamu lakukan jika ingin mengisi masa muda dengan hal-hal yang berguna untuk masa yang akan datang.

Memiliki teman positif

Tak bisa dipungkiri bahwa lingkungan akan memberikan dampak yang besar bagi kehidupan kita. Lingkungan atau teman positif akan membawa hal positif, begitu pula sebaliknya.

Kamu harus mulai memilah teman mana yang harus dipertahankan dan mana yang tidak. Bagaimana pun, teman yang memiliki visi yang sama akan membuat mu maju!

Berorganisasi

Jika saat muda seperti sekolah atau kuliah kamu telah aktif berorganisasi, ini merupakan poin penting yang dapat berguna dimasa yang akan datang.

Di organisasi, kamu dituntut untuk melakukan berbagai tugas, berkomunikasi, kerjasa sama tim dan lainnya. Ini merupakan bekal yang sangat baik untuk mendapat kesuksesan dimasa yang akan datang.

Olahraga

Seseorang yang memiliki pengetahuan tetapi tidak memiliki kesehatan yang baik, tentu akan menjadi hal yang kurang baik.

Bagaimana mendapatkan tubuh sehat dan bugar? jawabannya adalah makan makanan sehat, pola hidup sehat dan olahraga!

Olahraga selain baik untuk tubuh juga memiliki efek positif bagi otak. Hampir semua orang sukses melakukan olahraga rutin untuk menunjang aktifitas sehari-hari mereka. Ikuti mereka yang telah sukses!

Beberapa poin diatas bisa kamu coba untuk kebiasaan positif. Kebiasaan-kebiasaan baik ini bila dijadikan sebagai kebiasaan akan memberikan dampak positif bagi karir kamu dimasa depan. Tidak percaya? buktikan sendiri!

Mahasiswa UNAIR Kenalkan Tari Tradisional Indonesia ke Korsel

Beberapa mahasiswa asal Indonesia berkesempatan mengenalkan tari tradisional Indonesia ke Korea Selatan. Ini merupakan program yang diselenggarakan oleh ISCEF (Indonesian Student Cultural and Eduaction Foundation) yang dilangsungkan dari 10 hingga 14 Juli 2018 lalu di Seoul National University.

Salah satu mahasiswa yang ke Korea Selatan tersebut merupakan mahasiswa asal Universitas Airlangga(UNAIR) yang bernama Anindya Endah Cahyaningrum.

Anindya Endah Cahyaningrum merupakan mahasiswa semester 7 UNAIR dan memiliki kecintaan pada tari tradisional Indonesia. Kecintaannya ini pun membuat ia mendapat kesempatan untuk mengenalkan secara langsung tari tradisional Indonesia ke Korea Selatan.

Anindya tidak sendiri, ia ke Korea Selatan bersama mahasiswa lain, diantaranya 2 mahasiswa dari Bali dan 4 mahasiswa dari Merauke.

Acara hasil kerjasama Indonesia-Korea Selatan

Ada pun acara ini merupakan hasil dari kerjasama antara Indonesia dan Korea Selatan yang bertajuk 4th International Cultural Exchange : Immersing the Culture and Experiencing the Exchange.

Dalam acara ini, mahasiswa UNAIR tersebut membawakan tari Topeng Klana asal Cirebon. Penampilan Anindya pada acara tersebut sukses memukau para hadirin yang hadir pada acara tersebut.

Tari Topeng Klana asal Cirebon ini menceritakan rasa amarah, keserakahan dan hal buruk lain yang terdapat pada setiap individu manusia. Ini merupakan pesan yang menggambarkan banyaknya manusia yang menonjolkan sisi buruk yang ada pada diri sendiri.

Selain tari, perwakilan Indonesia yang datang ke Korea Selatan juga menghadirkan kesenian tradisional Indonesia lainnya seperti cerita rakyat dan puisi.

Acara sejenis memang diharapkan akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Ada pun kegiatan seperti ini merupakan salah satu cara promosi dari masing-masing negara dalam memperkenalkan kebudayaan tradisionalnya. Indonesia sendiri memang dikenal dengan ragam budaya sehingga melahirkan berbagai kesenian daerah yang sangat banyak dan tentunya menarik.

Mempromosikan dengan banyak cara seperti pertukaran budaya akan membuat kebudayaan Indonesia lebih dikenal dunia. Bukan tidak mungkin, Indonesia bisa mengikuti jejak seperti Korea Selatan yang bisa mengenalkan kebudayaannya menjadi terkenal seperti saat ini.