Event Games Internasional Binus Sukses Dilaksanakan

Pada tanggal 8 hingga 10 Juli lalu, Binus mengadakan sebuah kompetisi Games rugin yang dinamakan BINGO(Binus International Game Olympics). Ini merupakan event kampus Binus rutin yang banyak diminati oleh berbagai peserta.

Acara BINGO ini diselenggarakan oleh BINARY atau Binus International Computer Society. Acara BINGO ini merupakan event tahunan yang sudah ada sejak 7 tahun lalu.

Kompetisi Game dari Binus atau BINGO ini diselenggarakan di kampus Binus daerah Senayan. Adapun game yang dimainkan pada kompetisi ini adalah FIFA 17, Dota 2, Lol dan CS:GO.

Tercatat kompetisi ini dimeriahkan oleh tim-tim yang memang sudah mempersiapkan untuk mengikuti turnamen. Ada 27 tim untuk game GS:GO dan enjadi tim terbanyak pada turnamen ini. Untuk Dota2, ada 12 tim yang bertanding, diikuti oleh11 tim pada game Lol. Serta ada 12 pemain untuk permainan FIFA 17.

Meskinpun BINGO merupakan event game tahunan dari Binus, namun pada acara ini juga terdapat mini games bagi para pengunjung yang menonton. Terdapat pula acara talkshow dengan mendatangkan berbagai narasumber dari berbagai bidang.

Kesuksesan BINGO 2017 ini tidak terlepas dari dukungan dari para sponsor yang juga turut membantu mengadakan event game ini. Ada pun sponsor yang mensponsori acara BINGO 2017 seperti Garena, Nvidia, Team Group, Logitech dan masih banyak sponsor lainnya.

Acara ini menjadikan Binus sebagai salah satu kampus yang ada di Jakarta terus mengadakan event-event kampus yang bukan hanya tentang pendidikan formal. Dunia game sendiri memang saat ini sudah banyak dijadikan sebagai lahan pencarian, ini terbukti dengan adanya wacana bahwa akan didirikannya e-games yaitu cabang olahraga baru khusus untuk game.

Jika ini akan mendunia, tentunya ini akan menjadi profesi yang asik dan menjanjikan bukan?

Kuliah Dan Merantau, Ini Adalah Keuntungannya

Kuliah menjadi hal yang membuat orang yang baru memasuki fase ini biasanya mengalami dilema. Tentu saja kuliah sangat jauh berbeda dengan sekolah, secara tahap sosial pun, mahasiswa dianggap menjadi orang yang memiliki intelektual tinggi dan berbeda dengan anak sekolahan yang masih dibawah naungan orang tuanya.

Pada fase kuliah ini pula, banyak orang yang memutuskan untuk merantau karena memang tempat kuliah yang dituju sangat jauh dari rumah orang tua. Dan ini pula yang membuat serba serbi kampus serta kehidupan mahasiswa rantau menjadi seru dan juga miris.

Tentu bagi mereka yang merupakan mahasiswa rantau, akan mendapat dampak positif dan negatif selama menjadi mahasiswa rantau. Nah kalau dari segi keuntungan, apa saja yang akan kamu dapatkan jika menjadi mahasiswa rantau yang jauh dari orang tua.

Belajar menjadi orang yang lebih mandiri

Sudah pasti jauh dari orang tua membuat segala sesuatu yang ada diperkuliahan dan tempat tinggal kita adalah hal yang harus dipikirkan oleh diri sendiri. Dengan hal ini, tentu saja kemandirian akan terbangun dan anda pun dapat menjadi seorang mahasiswa yang lebih mandiri ketimbang mahasiswa yang tidak merantau.

Belajar bertanggung jawab pada diri sendiri

Ini berkaitan dengan poin sebelumnya. Sudah pasti anda harus mempunyai tanggung jawab pada diri anda sendiri selama merantau. Hal ini mungkin belum anda lakukan ketika masih tinggal bersama orang tua.

Pintar dalam mengelola keuangan

Mahasiswa rantau biasanya akan dikirim uang bulanan oleh orang tua mereka. Tak jarang banyaknya kebutuhan serta godaan untuk bermain membuat anak rantau harus pintar-pintar dalam mengelola keuangan.

Menjadi anak kuliahan rantau membuat ia akan lebih menghargai uang dan akan lebih pintar dalam mengelola keuangan sehingga cukup untuk segala keperluan.

Menjadi pribadi yang lebih dewasa

Sebagai mahasiswa yang merantau, tentu akan menemui banyak kesulitan selama menjalani perkuliahan. Dengan banyaknya keterbatasan, membuat anak rantau harus belajar banyak hal dan ini akan membuat anak rantau menjadi pribadi yang lebih dewasa.

Kuliah Dan Beroganisasi Lancar, Lakukan Ini

Salah satu perbedaan mendasar dari kuliah adalah waktu yang lebih fleksibel dibandingkan dengan sekolah. Jika pada sekolah harus 6 hari dalam seminggu masuk dan jam pulang sudah ditentukan, maka perkuliahan sendiri dapat ditentukan melihat situasi dan kelas yang didapat.

Dalam dunia perkuliahan, ada kalanya kita hanya memiliki kelas 4 kali dalam seminggu. Dan tak jarang pula dalam 1 hari tersebut hanya berisi 1 kelas dan otomatis akan memiliki banyak waktu luang yang sayang apabila tidak dimanfaatkan dengan maksimal.

Salah satu hal yang sering dilakukan oleh mahasiswa untuk mengisi waktu diluar perkuliahan adalah dengan bekerja paruh waktu atau mengikuti organisasi di kampus.

Bekerja paruh waktu sendiri menjadi hal yang bagus karena kita dapat mencari uang tambahan yang tentu akan dapat digunakan untuk keperluan. Selain bekerja paruh waktu, organisasi kemahasiswaan juga menjadi hal menarik yang juga dapat kamu ikuti selama menjadi mahasiswa.

Bergabung dengan himpunan jurusan atau Badan Eksekutif Mahasiswa(BEM) dari fakultas kamu juga memiliki banyak kegiatan positif. Tentu, karena jadwal perkuliahan yang tidak menentu, terkadang membuat jadwal antara berorganisasi dan perkuliahan bentrok dan menimbulkan dilema. Nah, agar kuliah dan organisasi di kuliah lancar, yuk simak tips berikut ini!

Ingat tujuan awal kuliah

Meskipun berorganisasi merupakan hal yang baik, namun kamu juga harus mengukur betul-betul apa yang menjadi prioritas.

Saat kamu telah menjadi mahasiswa, tentu tuntutan utama kamu adalah menyelesaikan dan mendapat ilmu yang baik selama diperkuliahan. Dan organisasi hanyalah sebagai penunjang, jangan korbankan perkuliahan yang penting untuk organisasi.

Lihat jadwal perkuliahan dan sesuaikan dengan jadwal rutin kumpul organisasi

Jika kamu ingin tetap menjalani keduanya dengan baik, yang perlu diperhatikan tentuny adalah jadwal keduanya.

Umumnya pada kampus-kampus itu dapat mencari jadwal sendiri, nahh ini kesempatan kamu untuk menyesuaikan jadwal agar tidak bentrok dengan kuliah.

Mengorbankan hal lain

Jika kamu sibuk dengan kuliah dan organisasi kemahasiswaan, tentu ada harga yang harus dibayar. Ya, kamu tentu akan kehabisan waktu untuk santai-santai dan bisa jadi kurang dalam istirahat.

Semua menjadi tanggung jawab masing-masing. Menjadi mahasiswa sendiri merupakan suatu hal nyata dalam menjalani tanggung jawab kepada diri masing-masing.

Hal-hal Ini Yang Mungkin Akan Kamu Temukan Ketika Kuliah

Menjadi mahasiswa bagaimana rasanya? hm mungkin ini yang akan dipikirkan oleh bagi mereka yang masih duduk dibangku sekolah khususnya Sekolah Menengah Atas(SMA) sederajat karena akan segera menghadapi masa-masa ini.

Setelah lulus SMA, tentunya ada 2 pilihan yang dapat dijadikan pilihan bagi kamu. Memulai kerja atau usaha, atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pilihan ini sendiri memiliki alasan tersendiri biasanya, dan bagi yang ingin melanjutkan kuliah tentu sudah berpikir masuk kuliah mana dan jurusan apa.

Fase dari anak SMA menjadi anak kuliahan sendiri terbilang tidak jauh, namun perubahan status sosial sendiri berubah drastis. Ketika anda masih anak SMA, anda masih dianggap dibawah umur meskipun sudah memiliki KTP, dan ketika anda menjadi mahasiswa, anda sudah dianggap dewasa dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri.

Oke, bagi anda yang belum kuliah. Penasaran dong tentang apa saja yang terjadi selama kuliah. Nah ini kami berikan serba serbi kampus yang mungkin saja anda alami ketika nanti sudah kuliah.

Titip Absen

Mungkin ini menjadi salah satu tradisi yang sulit hilang. Titip absen menjadi hal yang sering dilakukan oleh mahasiswa ketika malas masuk ke dalam kelas tertentu.

Tentunya hal ini tidak baik lho, tapi kalau kepepet ya mau bagaimana lagi ? 😀

Fotocopy bahan ujian

Jarang masuk atau malas mencatat materi dari dosen, dan sebentar lagi menghadapi ujian. Bahan belajar dari mana?

Ya, jawabannya adalah fotocopy bahan ujian yang ada. Pastinya dalam satu kelas ada mahasiswa rajin, dan tentu saja catatannya menjadi primadona untuk di fotocopy sebagai bahan untuk ujian.

Tidur saat kuliah

Karena biasanya dalam satu kelas perkuliahan ada banyak mahasiswa, otomatis dosen tidak dapat memperhatikan 100 persen. Nah, pada kesempatan ini pula, pasti ada saja teman-teman kamu atau bahkan kamu nanti yang akan tertidur di kelas, apa lagi habis begadang nonton bola 😀

Kerja kelompok yang tidak berkelompok

Judulnya memang kerja kelompok, namun yang kerja berapa orang ? 😀

Mengejar dosen untuk skripsi

Ini adalah fase yang menuju titik akhir dari perkuliahan. Biasanya bukan dosen lagi yang mengejar mahasiswanya, bahkan di fase ini, dosen akan lebih cuek.

Ya, pada fase ini, mahasiswalah yang akan mengejar-ngejar dosen untuk mengurus skripsi.

Jadi menarik kan kuliah? yang terpenting, jangan cuma bersenang-senang saja selama kuliah, melainkan manfaatkan untuk mencari ilmu, relasi dan lainnya.

ITB Adakan Parade Wisuda Juli 2017

Institut Teknologi Bandung(ITB) mengadakan acara Parade Wisuda Juli (Wisdjoel) 2017. Acara ini diadakan pada tanggal 22 Juli 2017 lalu dan dihadiri oleh alumni-alumni ITB yang memang tujuan inti dari parade ini adalah memberikan penghargaan bagi para alumnus ITB yang sudah memberikan subangsih bagi daerahnya.

Acara ini diadakan di  ITB Ganesha, Jalan Ganesha nomor 10.  Acara ini sendiri memang diadakan untuk meneruskan tradisi Wisdjoel. Acara Wisdjoel sendiri memberikan penghargaan bagi para alumni yang telah melakukan sesuatu yang luar biasa setelah menyelesaikan studi di ITB. Thema yang diangkat kali ini adalah Jaman Doeloe(Jadul).

Pada acara rutin yang diadakan oleh ITB ini, parade kebudayaan menjadi hal yang selalu menghiasi. Parade dilakukan oleh himpunan dari Sabusa hingga Ganesha.

Sebagai acara utama, pemberian penghargaan kepada para alumni ITB dilakukan dengan cara unik. Parade dan arak-arakan menjadi hal yang menarik karena setiap himpunan menyajikan ciri khas yang unik dalam memberikan penghargaan kepada para alumni yang akan diberikan penghargaan.

Meskipun acara ini diadakan oleh ITB dan diadakan di kampus serta memberikan apresiasi terhadap para alumni, namun acara ini terbuka untuk umum dan gratis!

Kehadiran masyarakat dengan animo yang tinggi justru menjadi target lain yang diinginkan oleh pihak penyelenggara. Kesuksesan acara ini pun tergantung dari animo besar masyarakat Bandung dan sekitarnya yang turut hadir dan menyaksikan parade Wisuda Juli ini.

Berbagai boot makanan tersedia bagi pengunjung yang kelaparan atau sekedar untuk berwisata kuliner. Keseruan ini pula menjadi salah satu hal yang terus dilestarikan ITB sebagai pihak kampus yang menyelenggarakan dan mengapresiasi para lulusannya yang telah terjun ke masyarakat dan mengeluarkan ilmu yang didapat selama belajar di ITB.

Mahasiswa UI Buat Platform Berbagi Buku Gratis

Mahasiswa UI Buat Platform Berbagi Buku Gratis

Mahasiswa dan buku merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Memang sebagai mahasiswa, buku merupakan salah satu hal penting demi untuk menunjang kebutuhan informasi sesuai bidang yang ditekuni. Tak jarang pula, tugas dan referensi di perkuliahan mewajibkan mahasiswanya untuk mencantumkan buku sebagai referensi utama, setidaknya ada satu buku.

Harga buku sendiri bervarisi, tak jarang sebuah buku memiliki harga yang cukup tinggi dan membuat mahasiswa yang belum berpenghasilan berpikir dua kali untuk membeli buku tersebut. Memang harus ada dikorbankan dalam hal ini, antara membeli buku untuk kebutuhan perkuliahan atau membeli keperluan lain. Namun ada satu hal lain yang biasa dapat dilakukan, yaitu meminjam buku dari perpustakaan.

Kemajuan teknologi saat ini mendorong banyak orang untuk memanfaatkannya sehingga dapat memudahkan banyak hal. Itu pula yang membuat 3 mahasiswa Universitas Indonesia(UI) membuat sebuah platform web yang diberi nama BagiBook.com.

BagiBook.com merupakan hasil karya 3 mahasiswa UI yang bertujuan untuk 3 hal. Dalam web karya mereka, tersedia 3 hal yang dapat kamu lakukan disana; hibah buku, barter buku dan kampanye penggalangan donasi buku.

Target dari platform ini sendiri beragam, misalkan hibah buku. Hibah buku ini ditargetkan bagi para senior atau alumni UI yang telah menyelesaikan kuliahnya atau tidak menggunakan buku tersebut, maka buku tersebut dapat dihibahkan kepada yang lebih membutuhkan. Dengan melakukan hibah, maka yang melakukan hibah tersebut akan mendapatkan poin, yang mana poin ini dikumpulkan untuk mendapat reward. Reward dari BagiBook ini sendiri adalah mendapat buku baru.

Untuk pengiriman buku yang ingin dihibahkan sendiri, BagiBook.com menyediakan transportasi dengan harga terjangkau. Jadi bagi yang ingin menghibahkan bukunya, maka mitra dari BagiBook.com akan mendatangi dan menjemput buku yang ingin dihibahkan tadi, tentunya melalui mekanisme upload buku dan fitur yang ada pada BagiBook.com

Kasus Bully Mahasiswa Gunadarma Menjadi Perhatian

Beberapa waktu lalu, Universitas Gunadarma menjadi pembicaraan nasional, bukan karena prestasi, namun karena terjadinya kasus pembully-an terhadap masiswa di kampus yang berpusat di Depok, Jawa Barat tersebut.

Pembicaraan ini terjadi ketika video yang diunggah oleh salah satu pelaku Bully menjadi viral diberbagai media sosial. Beberapa menyebutkan bahwa korban yang diketahui bernama Muhammad Farhan merupakan mahasiswa berkebutuhan khusus. Memang pada akhirnya pihak dari kampus dan orang tua korban menyanggah bahwa anaknya adalah anak berkebutuhan khusus.

Meskipun bukan berkebutuhan khusus, kasus bully terhadap Farhan rupanya bukan yang pertama seperti yang terlihat di video. Dalam video yang viral sendiri, Farhan yang sedang berjalan terlihat diganggu oleh teman sekelasnya yang menarik tasnya. Farhan yang terlihat marah akhirnya mengambil tong sampah dan melempar tong sampah tersebut ke temannya yang menggangu.

Akibat dari video tersebut pun, kampus Gunadarma mendapat desakan untuk memberikan sanksi terhadap pelaku pembully-an. Dari istana hingga kementerian terkait pun akhirnya memberi perhatian khusus dan mengawasi kasus yang bergulir tersebut.

3 pelaku pembully-an pun akhirnya dipanggil oleh pihak kampus untuk dimintai keterangan. Gunadarma yang diwakili oleh pihak rektorat sendiri menyatakan bahwa kasus pembully-an ini sebenarnya hanya diniatkan bercanda oleh pelaku dan tidak ada niat untuk membully. Pernyataan kampus Gunadarma ini sendiri mendapat kecaman dari banyak netizen yang beranggapan bahwa pihak kampus tidak serius dan melindungin mahasiswa yang melakukan bully tersebut.

Ada pun para pelaku akhirnya dijatuhi sanksi skorsing, dengan 1 pelaku mendapat skorsi 6 bulan sedangkan 2 lainnya mendapatkan sanksi 12 bulan skorsing.

Farhan yang menjadi korban bully ketika diwawancarai mengatakan telah memaafkan teman-temannya yang melakukan bully. Ia lebih lanjut mengatakan bahwa menyerahkan sepenuhnya kasus ini pada pihak terkait, namun sebagai pribadi, Farhan mengaku telah memaafkan atas perlakuan tidak menyenangkan teman-temannya tersebut.

3 Statistik Ilmiah Yang Membantu Anda Untuk Bermain Judi Online

Berikut ini 3 statistik ilmiah yang membantu anda untuk bermain judi online, beserta beberapa komentar dan analisis yang terkait dengan masing-masing.

  1. Pada hari tertentu, seorang penjudi kasino akan menjadi pemenang 30%

Statistik ini berasal dari Wall Street Journal dan Bettingtop10. Ini menggembirakan, tapi juga tidak menceritakan keseluruhan cerita.

Data berasal dari periode 2 tahun dan melihat hasil pemain kasino online. Selama keseluruhan periode, 11% dari jumlah penjudi tersebut berakhir dengan menguntungkan. Kebanyakan dari mereka memiliki keuntungan bersih kurang dari $ 150.

Detail yang lebih penting adalah bagaimana hasil tersebut berubah untuk penjudi pro. Petaruh pro adalah orang-orang yang memasang taruhan paling banyak selama periode 2 tahun. Hanya 5% dari penjudi papan atas yang berhasil lolos menjadi pemenang.

Inilah detail lain yang perlu diceritakan:

2% dari penjudi terdiri 50% dari pendapatan kasino ‘. Dan 10,7% dari penjudi menghasilkan 80% dari pendapatan kasino.

Bagaimana dengan para penjudi yang menghabiskan waktu judi lebih sedikit? Bagaimana mereka ongkos?

10% dari penjudi yang memasang taruhan paling sedikit yang memiliki persentase kemenangan tertinggi. 17% dari mereka menjadi para pemenang.

Studi tersebut mengamati 4222 penjudi. Dari jumlah tersebut, hanya 7 orang yang menang lebih dari $ 5000, namun 217 orang kalah lebih dari $ 5000.

Seperti apa tampilan individu yang spesifik?

Salah satu contohnya adalah pemain Swiss yang bermain rata-rata 3 hari seminggu. Dia menghasilkan $ 1000 taruhan per hari dengan rata-rata $ 9 per taruhan. Dia memenangkan 16% dari hari-hari dia berjudi.

Berapa kerugian bersihnya selama 2 tahun? $ 110.000

Contoh lain adalah penjudi Slovenia yang hanya menaruh beberapa taruhan kecil setiap hari. Dia memiliki 2 kemenangan besar dalam periode 2 minggu yang sama. Pada masing-masing hari itu, ia memenangkan lebih dari $ 14.000. Dia bermain untuk sedikit lebih lama, tapi dia masih berhenti saat dia berada di depan. Keuntungan bersihnya adalah $ 22.000, dan membuatnya menjadi pemenang terbesar dalam penelitian ini.

Mengapa Anda perlu mengetahui dan memahami data ini?

Itu membuat harapan Anda realistis. Anda seharusnya tidak berjudi di kasino online, dengan gagasan bahwa Anda akan menjadi kaya.

Ini juga menginformasikan strategi dan kecenderungan bermain Anda. Jika Anda ingin menjadi pemenang, maka Anda harus menggunakan penjudi Slovenia sebagai panutan Anda. Hanya pasang beberapa taruhan kecil. Begitu Anda mengalami beberapa hari kemenangan besar, berhenti.

Berhenti saat Anda di depan adalah strategi perjudian yang paling sulit untuk diadaptasi. Namun hal ini juga menjadi strategi yang paling efektif.

Apa yang ditunjukkan oleh data ini?

Ini bukan kutukan dari industri ini. Itu tidak berarti Anda seharusnya tidak berjudi online. Itu berarti Anda perlu mengambil pendekatan yang masuk akal. Perjudian kasino ibarat makan permen. Paling baik dilakukan secara moderat, tapi siapa yang ingin menjalani hidup mereka tanpa permen?

  1. Kurang dari 2% orang Amerika memiliki kecanduan judi

Data ini berasal dari National Council on Problem Gambling . Jumlahnya terdengar kecil karena memang begitu.

Amerika Serikat adalah negara besar, sehingga persentase kecilnya sebenarnya setara dengan lebih dari 5,77 juta orang. Sebagai perbandingan, orang Amerika dengan masalah penyalahgunaan narkoba sekitar 7%, atau 20 juta orang.

Sayangnya, Amerika Serikat melakukan pekerjaan yang buruk dalam menangani perjudian kompulsif. Jumlah uang publik yang dihabiskan untuk perawatan perjudian kompulsif hanya 1/281 dari jumlah yang diberikan untuk pengobatan penyalahgunaan narkoba.

Kenapa anda perlu tahu ini?

Ini harus meyakinkan Anda bahwa Anda mungkin bukan penjudi bermasalah. Jangan berasumsi bahwa hanya karena Anda mengalami dua kekalahan membuat Anda jadi pecandu judi. Dengan segala cara, mencari pertolongan jika Anda membutuhkannya, tapi perjudian secara moderat bukanlah hal yang mustahil bagi kebanyakan orang.

  1. Hanya 0,5% penjudi yang termasuk dalam kategori “profesional”

Statistik ini berumur 18 tahun. Tapi saya tidak bisa membayangkannya lebih dari dua kali lipat atau tiga kali lipat dalam beberapa dekade terakhir ini. Saya menemukannya di artikel New York Times tahun 1997 tentang seorang penjudi olahraga profesional. Mereka, pada gilirannya, mendapat statistik dari Council on Compulsive Gambling di New Jersey.

Banyak penjudi profesional ini terlibat dalam taruhan olahraga. Untuk impas di niche itu, Anda harus menang 53% dari satu waktu. Untuk mencari nafkah, Anda perlu menang 55% sampai 58% dari satu waktu. Memenangkan lebih dari 58% hampir tidak mungkin.

Tapi sebelum tahun 1987, tidak ada sebutan resmi untuk penjudi profesional. Untuk dianggap sebagai penjudi profesional, Anda harus memenuhi kriteria berikut:

  • Anda harus berjudi penuh waktu.
  • Motif utama Anda harus berupa pendapatan atau keuntungan.

Mengapa Anda perlu mengetahui statistik ini?

Ini akan membuat Anda tetap realistis tentang kemungkinan Anda menjadi penjudi profesional. Perjudian untuk mencari nafkah adalah kerja keras. Ini melibatkan tingkat disiplin diri yang nyaris gila, pencatatan yang sangat teliti, dan banyak pengetahuan.

 

HMHI Ajarkan Cara Diplomasi ke Siswa

HMHI Ajarkan Cara Diplomasi ke SiswaAcara yang digelar pada hari selasa tanggal 25 April 2017 yang bertempat di Aula Blok 1 Lantai 4 Universitas Nasional. Menyelenggarakan kuliah umum yang banyak menyertakan siswa-siswi SMA se Jakarta Selatan, dari Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI) yang diberi judul “Addressing The Digital Native Phenomenon as a New Era”.

Acara yang dimulai pada pukul 9 pagi hingga 4 sore ini terdiri dari beberapa seminar Model United Nations (UMN) dalam bidang diplomasi, pameran fotografi dan foto booth serta seminar tentang wawasan kebangsaan yang diprakarsai oleh AKOE Indonesia, disela-sela acara ditemui ketua pelaksana pada kegiatan ini adalah Cut Fahriana menjelaskan tujuan diselenggarakan kuliah umum ini agar memperkenalkan kepada siswa-siswi bagaimana hubungan internasional itu, bagaimana cara kerjanya dan yang lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Dalam era digital ini dimana sebagian besar pemuda-pemudi sudah familiar menggunakan internet dan sudah terbiasa mencari informasi melalui notebook, pc atau smartphone yang dewasa ini sudah menjamur dimana dan juga koneksi internet yang sudah mulai mudah diakses dimana saja, mulai dari sekolah, kampus, perumahan, maupun ruang terbuka publik, dan ini merupakan salah satu sarana untuk HIMAHI memperkenalkan hubungan internasional dengan era digital saat ini.

“Hubungan internasional sekarang sudah berada di genggaman kita ada di smartphone dengan menggunakan internet yang baik dan bijak sangat berguna bagi diri sendiri maupun masyarakat banyak agar hubungan dengan negara lain di dunia ini bisa selaras dengan kita, dan membuka wawasan serta cara berfikir pada acara ini bukan hanya membahas dan mempelajari hal-hal yang sangat berat seperti diplomasi, sosial budaya maupun politik di negara-negara lain didunia.” Tegasnya.

Salah satu peserta yang berhasil di wawancarai adalah Pranita Egi Hardianti yang sangat senang sekali dengan acara seperti ini, kalau bisa lebih sering diadakan karena bisa menambah wawasan dalam khususnya dunia hubungan internasional, dan sangat bermanfaat bagi dirinya maupun teman-temannya, dengan acara ini dia lebih semangat untuk melanjutkan kuliahnya di jurusan hubungan internasional yang bisa lebih tahu tentang sejarah, manfaat dan tujuan dari hubungan internasional itu sendiri.

Salah satu perwakilan dari SMA Fatahillah merasa sangat senang sekali dengan kegiatan yang positif seperti ini dikarenakan banyak memberikan pengetahuan baru, pengalaman baru, serta wawasan baru dari jurusan Hubungan Internasional, dan memberikan keyakinan kepadanya untuk bisa mengambil jurusan hubungan internasional di Universitas Nasional.” Ujar Egi.

Kreasi Produk Eksperimen Seni Pada Artificial Intellegence

Kreasi Produk Eksperimen Seni Pada Artificial IntellegencePada hari rabu (12/4) menjadi salah satu apresiasi Koinworks kepada peminjmannya. Yang ditajuk Grand Opening Artificial Intelligence di Glass House, di Hotel Ritz Carlton. 4 mahasiswa UMN yang dibimbing oleh seniman-seminan lawas di Indonesia.

Platform Peer to Peer Lending Indonesia yang merupakan pertama di Indonesia melayani peminjaman online tanpa angunan dan investasi. Hasil kolaborasi dari Ibu Vivi YIP seorang yang memiliki galeri seni terkemuka di Jakarta dan Ibu Yani Sastranegara seniman senior yang karyanya sempat menembus Venice Bienalle mewakili Indonesia dan mereka mendapatkan mandat sebagai konsultan seni, serta Koinworks. 4 mahasiswa dari Binus Northumbria School Of Design dan 4 mahasiswa yang terpilih dari Universitas Multimedia Nusantara untuk membuat pameran seni yang berdonasi.

Semangat berkarya sesuai dengan konsep dari acara yang digelar merupakan kombinasi produk bisnis dan seni kreasi, yang ditawarkan oleh Koinworks kepada UMN melalui program studi DKV yang dihubungkan dengan mata kuliah Eksperimental Arts.

Dari hasil proses penyaringan yang cukup cepat terpilih 4 mahasiswa yang semuanya membuat karya instalasi.

  1. Vico Novianto, Fania Farcha, dan A. Bagas Triatmojo – Just Take The First Step
  2. Nathanael Ivan – Stay Strong Stay Beautiful
  3. Ismi Ulfah – The Exploding Mind
  4. Sarah Madya – The Hidden Soul

Stay Strong Stay Beautiful adalah kreasi gaun panjang dengan akses potongan – potongan batik yang dijahit sangat bervariasi tingkat kerapatannya adalah karya dari Nathanael Ivan dalam ilmu fashion yang sangat berhasrat tinggi, tetapi karena ada pertimbangan dari keluarganya membuat dia mengambil sikap kompromis dengan masuk ke salah satu jurusan Desain Komunikasi Visual.

Pada karyanya kali ini batik nusantara yang popular dengan berbagai ciri khas dan corak visualnya dapat dikenali dari daerah mana batik tersebut berasal, Batik peranakan terlihat harmonis dengan batik jawa dan menyatu dalam susunan pola pelangi seolah Ivan ingin memberikan pesan bahwa tradisi budaya Tiong Hoa sejak lama mempengaruhi dan bersama-sama menyumbang perkembangan corak batik nusantara. Akulturasi dalam ragam hiasan adalah bukti yang sangat nyata dari hubungan baik para leluhur tersebut.

Sebagai generasi muda keturuanan Tionghoa mereka sangat prihatin dengan lunturnya nilai-nilai toleransi akan perbedaan atas bangsa Indonesia pada akhir-akhir ini tegas Ivan, dengan hal itu membuat gaun yang dibuat adalah sebagai kekhawatiran dan harapan bagi bangsa Indonesia di masa mendatang.