Tag Archives: Kuliah

Alasan Pentingnya Mengikuti Magang Saat Kuliah

Menjadi mahasiswa dan nantinya memiliki gelar menjadi suatu modal yang sangat diperlukan khususnya akhir-akhir ini. Menjadi sarjana saat ini bisa dikatakan menjadi hal yang ‘harus’ karena untuk mendapatkan pekerjaan tertentu biasanya membutuhkan gelar minimal yaitu sarjana.

Meskipun memiliki gelar penting, tetapi kuliah sebenarnya bukan hanya mengejar gelar. Memang tak sedikit orang yang beranggapan bahwa kuliah hanya sekedar mencari gelar, hal ini tidak bisa dibantah tetapi yang paling penting setelah mendapatkan gelar adalah kompetensi apa yang bisa dilakukan dalam dunia nyata.

Dalam masalah karir, tak sedikit lulusan sarjana sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Kesulitan mendapatkan pekerjaan ini sendiri karena banyak faktor – mulai dari sempitnya lapangan pekerjaan hingga kurang pengalaman dan kompetensi menjadi permasalahan umum yang menimpa mereka yang baru lulus dari kuliah.

Sebenarnya, ada cara untuk bisa membuka peluang lebih mudah mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah. Cara yang dimaksud adalah dengan mengikuti program magang.

Magang merupakan program untuk mengikuti pekerjaan sebagai tenaga bantu pada perusahaan tertentu. Ada banyak alasan mengapa kamu yang saat ini masih kuliah harus mengikuti program magang.

1. Bekal setelah lulus

Ketika magang, kamu akan mendapatkan pengalaman nyata untuk bekerja meskipun hanya sebagai tenaga bantu saja.

Pengalaman dalam dunia kerja yang nyata ini tidak bisa kamu dapatkan ketika hanya fokus kuliah saja. Dengan mengikuti magang, ilmu yang kamu dapatkan selama kuliah bisa langsung dikombinasikan dengan tantangan saat magang dan ini akan menjadi bekal penting ketika sudah lulus.

2. Menambah pengalaman

Umumnya, lowongan pekerjaan yang ada mencari mereka yang memiliki pengalaman. Tidak adanya pengalaman menjadi kendala umum yang sering dialami oleh lulusan baru, dan magang adalah menjadi kunci untuk mengatasi hal tersebut.

Dengan mengikuti magang, kamu akan mendapatkan pengalaman dan ini bisa digunakan untuk melamar pekerjaan.

3. Menambah jaringan

Sangat penting mencari relasi ketika nanti bekerja atau berkarir. Untuk mulai mendapatkan banyak jaringan, ini bisa dimulai dengan magang.

Mengikuti magang berarti kamu akan berkenalan dengan berbagai orang dengan berbagai bidang. Ini akan membuat kamu memiliki jaringan yang luas sehingga akan sangat membantu setelah lulus.

4. Kesempatan direkrut

Magang menjadi masa percobaan bagi perusahaan yang ingin mencari pegawai baru. Tak sedikit anak magang yang membantu di perusahaan tertentu diangkat sebagai pegawai karena merasa kinerja dari orang tersebut memuaskan.

5. Meningkatkan CV

Curriculum Vitae(CV) menjadi modal paling utama saat pertama kali melamar pekerjaan. CV yang tidak memiliki banyak pengalaman biasanya akan sangat sulit bersaing.

Mengikuti magang berarti membuat CV kamu akan memiliki nilai plus sehingga ini akan sangat membantu kedepannya.

Demikian beberapa alasan mengapa kamu harus magang. Di kampus-kampus juga biasanya menyediakan waktu untuk mahasiswa-nya magang, tetapi tak sedikit pula kampus yang tak menyediakan hal ini – jadi kamu harus mencari tempat magang pribadi.

Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Lanjut S2

Ketika seseoranga telah menyelesaikan kuliah Sarjana, tak jarang timbul pertanyaan apakah merasa puas dengan gelar yang telah disandang atau mencoba untuk meraih gelar yang lebih tinggi seperti Magister/Master atau biasa disebut S2.

Tidak sedikit orang yang memang ingin mengejar gelar lebih tinggi seperti S2 khususnya jika saat sekarang. Gelar Sarjana bisa dibilang tidak lagi prestisius seperti halnya beberapa tahun lalu.

Saat ini jumlah Sarjana di Indonesia sudah sangat banyak. Hal ini tentu jauh berbeda dengan beberapa puluh tahun lalu, dimana jumlah Sarjana di Indonesia masih sedikit dan yang bisa meraih gelar tersebut bisa memiliki keunggulan dibanding mereka yang tidak. Tetapi zaman telah berubah, dan Sarjana kini tidak seprestius dahulu meskipun masih tetap merupakan gelar yang bisa dibanggakan.

Untuk sebagian orang, memiliki gelar yang prestisius memiliki hal yang bisa menjadi kebanggaan dan untuk itu tidak sedikit yang akhirnya memutuskan melanjutkan kuliah ke jenjang lebih tinggi seperti S2.

Meskipun memiliki keunggulan, lanjut kuliah S2 perlu beberapa pertimbangan seperti :

Dana

Untuk lanjut kuliah, hal yang perlu kamu pikirkan tentu saja adalah dana. Ini tentu berbeda jika kamu mendapatkan beasiswa full sehingga dapat kuliah gratis hingga lulus.

Jika kamu melanjutkan kuliah ke jenjang lebih tinggi tanpa beasiswa, kamu harus memperhitungkan dana selama berkuliah. Apakah dana tersebut bisa terpenuhi atau tidak, ini harus menjadi pertimbangan sebelum memutuskan lanjut S2.

Umur

Hal lain yang bisa jadi bahan pertimbangan pakah ingin lanjut S2 atau tidak adalah umur.

Umumnya mahasiswa yang lulus tepat waktu berkisar umur 23 tahun, dan jika melanjutkan S2, setidaknya mungkin akan menyita 2 tahun sehingga gelar S2 bisa didapatkan pada umur sekitar 25 tahun.

Jika pada saat mengambil gelar S2 kamu tidak bekerja, maka ketika lulus pada usia 25an maka sulit untuk mendapatkan pekerjaan tertentu. Pertimbangkan hal ini juga ketika memutuskan ingin lanjut S2.

Prospek S2

Memang memiliki gelar S2 cenderung dipandang memiliki kualitas yang lebih baik jika dibandingkan S1 atau bahkan diploma. Tetapi dengan memiliki S2 bukan berarti tidak memiliki kekurangan.

Salah satu kekurangan untuk mereka yang memiliki gelar S2 adalah kesulitan mencari kerja pada perusahaan tertentu.

Gelar S2 merupakan sesuatu gelar yang cukup prestisius sehingga tak sedikit perusahaan mungkin yang tidak mau meng-hire mereka yang telah berstatus S2 lantaran dianggap memiliki range gaji tinggi.

Tujuan lanjut S2

Satu hal yang harus diketahui mengenai lanjut kuliah S2 adalah apa tujuannya.

Sudahkah kamu mengetahui tujuan untuk lanjut ke jenjang S2?

Pastikan kamu bisa melanjutkan kuliah ke jenjang lebih tinggi dengan tujuan yang jelas. Tidak memiliki tujuan jelas bisa jadi menjadi penghambat dan bisa saja ini menjadi hal yang sia-sia belaka.

Ini Alasan Kuliah Tidak Menjamin Kesuksesan

Bangku perguruan tinggi saat ini dianggap sebagai salah satu cara untuk menggapai kesuksesan. Berbagai jurusan hingga menyematkan gelar pada nama menjadi suatu keunggulan yang dipandang setidaknya mudah untuk memperoleh pekerjaan.

Masalahnya, saat ini, jumlah sarjana dan diploma di Indonesia sudah sangat banyak. Tidak bisa dibayangkan bagaimana setiap lulusan perguruan tinggi mencari pekerjaan, dan jelas ini terjadi seperti saat ini.

Permasalahan banyaknya angka pengangguran meskipun berstatus sebagai sarjana bukan hanya terjadi di Indonesia saja. Di negara luar pun memiliki permasalahan yang mirip yaitu banyaknya jumlah pengangguran meskipun telah menyelesaikan bangku perkuliahan.

Mungkin benar dahulu lulusan perguruan tinggi bisa lebih mudah mencari pekerjaan, tetapi zaman berubah, kuliah nyatanya tidak bisa menjamin seseorang dapat meraih kesuksesan di masa yang akan datang. Kenapa?

Lulusan perguruan tinggi memiliki gengsi

Tentu setiap lulusan perguruan tinggi berharap mendapatkan pekerjaan(mayoritas ingin bekerja) idaman setelah lulus, tetapi nyatanya hal ini sulit.

Selain karena memang lapangan pekerjaan yang terbatas, banyaknya saingan membuat lulusan perguruan tinggi sulit untuk mendapatkan pekerjaan impian.

Materi kuliah basi

Sadar atau tidak, sebenarnya materi yang telah diajarkan diperkuliahkan akan sangat mudah ditemukan di internet!

Jika kuliah semata-mata hanya formalitas, ini sebenarnya hanya mengejar gelar karena nantinya hampir dipastikan tidak memiliki kompetensi sesuai jurusan karena pelajaran umum pun banyak ditemui di internet- jadi mengapa harus memperkerjakan lulusan perguruan tinggi kalau sama saja dengan orang biasa yang belajar di internet?

Banyak contoh nyata orang yang tidak kuliah tapi sukses

Bill Gates, Mark Zuckerberg atau Bob Sadino merupakan sedikit dari banyak contoh dari orang-orang yang tidak menyelesaikan kuliah tetapi memiliki karir sukses.

Ini sedikit banyak membuat mindset orang pun terbawa bahwa memang benar kuliah bukan menjamin kesuksesan.

Kampus kurang up to date

Di Indonesia, beberapa kampus bisa dikatakan cukup lamban dalam mengubah sebuah sistem pembelajaran dan tidak mengikuti dengan cepat berbagai perkembangan.

Sistem kampus yang kurang up to date membuat mahasiswanya cenderung kurang mendapat ilmu mumpuni pada jurusannya dan berakibat kurang kompeten.

Kesuksesan memang bukan di tentukan oleh kampus, tetapi kampus sendiri turut berperan dalam mencetak berbagai generasi unggul dalam segala bidang.

Inti dari kesuksean sendiri adalah kembali pada diri masing-masing, baik kampus atau faktor lain, semuanya kembali pada diri masing-masing yang ingin mencari lebih banyak untuk kesuksesan atau tidak.

Ekspektasi dan Realita Kuliah Yang Calon Mahasiswa Wajib Tau!

Bagi calon mahasiswa yang baru akan menjadi mahasiswa, tentu akan memiliki ekspektasi tentang masa-masa perkuliahannya. Tidak sedikit calon mahasiswa berekspektasi sesuai dengan yang dilihat di film atau sinetron-sinetron.

Pada kenyataannya, ekspektasi dan realita terkadang sering berbanding terbalik. Hal ini pula yang kemungkinan besar akan kamu dapatkan ketika nanti merasakan sendiri bangku perkuliahan.

Biasanya, beberapa ekspektasi dan realita ini akan menghampiri calon mahasiswa yang sudah tidak sabar merasakan bangku perkuliahan itu.

Kuliah tidak perlu seragam, bisa pakai baju apa pun!

Ini memang benar, namun, jika menurut kamu ini merupakan sesuatu yang menyenangkan, coba berpikir ulang.

Ketika masa sekolah, setiap hari memiliki seragamnya masing-masing. Dari sini setiap siswa diwajibkan menggunakan pakaian yang sama sesuai dengan waktunya, dan dari sini pula tidak timbul kesenjangan.

Jika duduk dibangku perkuliahan, kamu harus memikirkan baju apa yang kamu kenakan. Tidak sedikit kadang membuat kamu merasa minder jika melihat baju teman-teman kamu ber-merk sedangkan yang kamu kenakan tidak.

Dosen ga bakal banyak ngatur seperti guru

Ketika masih sekolah, kamu akan duduk dan belajar diwaktu rutin yang hampir seharian. Biasanya, guru memiliki mata pelajaran sendiri dan mengajar sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Pada masa sekolah, biasanya cakupan guru lebih sedikit sehingga akan mudah mengenali tingkah laku murdinya. Hal berbeda akan didapat ketika kuliah.

Saat kuliah, dosen belum tentu mengenal siapa kamu, bahkan mungkin tidak ingat semester ini mengajar kamu. Jadi dosen akan lebih bersikap pasif, dan ini sebenarnya bukan sesuatu yang menguntungkan. Percayalah.

Banyak jam kosong dan ga perlu seharian di kelas!

Jika kamu berpikir seperti ini, kamu salah besar! Hal ini mungkin saja terjadi, namun pada semester-semester akhir.

Jika kamu masih di semester awal atau tengah, meskipun tidak setiap hari, tapi belajar di kampus bisa menghabiskan waktu, bahkan bisa dari pagi hingga sore. Tidak jarang jam kosong akan digunakan untuk pratikum hingga untuk mengerjakan berbagai tugas yang menumpuk.

Bisa punya banyak teman

Ini memang tergantung individu, namun secara lingkungan, tentu saja lebih sulit menemukan teman saat kuliah dibandingkan sekolah.

Saat kuliah, kamu bisa saja satu kelas dengan si A pada pelajaran tertentu, tapi pelajaran lain belum tentu sama. Ini juga berlaku pada semester berikutnya yang bisa saja bertemu dengan orang yang berbeda pula.

Di sekolah, kamu cenderung bertemu orang yang itu lagi dan ini lebih memudahkan untuk mempunyai banyak teman.

Itu tadi beberapa ekspektasi dan realitas yang akan kamu rasakan sendiri ketika kuliah nanti. Tidak percaya? rasakan sendiri! 😀

Tips Untuk Sukses Menjadi Mahasiswa Teknik

Menurut sebuah survei baru-baru ini oleh Higher Education Research Institute di UCLA, sepertiga mahasiswa baru berencana untuk jurusan sains dan teknik, sementara sekitar 8 persen dari semua siswa kelas satu berniat untuk berkonsentrasi dalam rekayasa yang tepat.

Beberapa dari mahasiswa teknik ini ditakdirkan untuk mendasarkan peran kepemimpinan utama di Amerika Serikat dan seluruh dunia, sementara yang lainnya?

Edward Crawley, profesor teknik dan direktur Program Kepemimpinan Teknik Bernard M. Gordon di MIT, untuk berbagi saran kepada mahasiswa teknik sarjana sendiri. Inilah tip terbaiknya,

Kenali orang-orang yang menginspirasi Anda, dan cari tahu apa yang membuat mereka sukses.

Jika Anda menyukai produk Apple, Steve Jobs mungkin idola Anda, atau mungkin Anda menyukai Segway dan penciptanya, Dean Kamen.

Anda dapat dengan mudah mengetahui banyak informasi tentang Jobs dan Kamen atau tentang orang lain yang menonjol dalam teknologi, maka gunakanlah untuk melihat ke dalam apa yang membantu orang-orang dan perusahaan mereka menjadi begitu sukses. Kemudian meniru sifat baik mereka dalam kehidupan pribadi, skolastik, dan profesional Anda.

Mengembangkan portofolio proyek

Berpartisipasi dalam setiap kesempatan belajar langsung, kesempatan belajar yang memungkinkan jadwal yang seimbang. Dengan cara ini, Anda akan memiliki sesuatu yang unik untuk menunjukkan calon majikan (atau kapitalis ventura) saat Anda lulus, sementara siswa lain hanya dapat mendaftarkan kursus mereka.

Selain itu, Anda akan jauh lebih mungkin untuk mempertahankan pengetahuan yang Anda dapatkan di kelas karena Anda akan menerapkannya dan, dalam prosesnya, meningkatkan kemampuan komunikasi dan interpersonal Anda.

Pelajari nilai jaringan

Ketika menjadi pemimpin, yang Anda tahu hampir sama pentingnya dengan apa yang Anda ketahui. Menghadiri kuliah di kampus Anda dan mengenalkan diri Anda pada pembicara. Tanyakan kepada alumni alumni Anda untuk mendapatkan daftar alumni dari program Anda yang ingin terhubung dengan mahasiswa.

Tip 4-bintang Selain E-mail, Anda bisa menggunakan LinkedIn atau alat media sosial lainnya untuk terhubung online.

Tapi ingat: Tidak ada pengganti pertemuan tatap muka tradisional, jadi jika Anda bisa menemukan cara untuk bertemu secara langsung, itu selalu yang terbaik.

Bekerja dalam tim sebanyak mungkin

Entah itu menciptakan mobil bertenaga surya, berpartisipasi dalam olahraga, atau menulis untuk kertas sekolah, terlibat dengan sebuah organisasi yang membutuhkan usaha tim untuk menghasilkan hasil yang bagus. Sepanjang karir Anda, Anda dapat yakin akan bekerja dalam tim, dan keterampilan yang Anda kembangkan di sekolah akan membantu mempersiapkan Anda memimpin tim saat Anda lulus.

Carilah peran kepemimpinan informal

Anda selalu menjadi pemimpin, apakah Anda secara resmi bertanggung jawab atas sebuah tim atau tidak. Kedengarannya berlawanan dengan intuisi, tapi Anda bisa memimpin dari posisi mana pun dalam sebuah organisasi dengan mempengaruhi bagaimana orang bekerja bersama dan bagaimana mereka membuat keputusan.

Biasanya orang berpikir bahwa pemimpinnya adalah presiden atau manajer, tapi jika Anda belajar mengenali dan menangani berbagai gaya kepemimpinan dari posisi manapun dalam sebuah tim, Anda akan terlihat sebagai pemimpin saat mengerjakan pekerjaan pertama atau magang. .